Keuntungan dan Manfaat Penting Berinvestasi Obligasi – Pada saat ini ada banyak pilihan instrumen investasi yang tersedia bagi masyarakat mulai dari emas, obligasi, reksadana, saham, properti, deposito dan sebagainya. Dari berbagai instrumen itu obligasi merupakan salah satu opsi investasi yang menarik dan aman tentu saja juga memiliki sejumlah risiko. Obligasi merupakan sebuah surat berharga yang di terbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Bagi penerbitnya obligasi adalah sarana untuk menggalang dana untuk mendanai berbagai kebutuhan. Bagi kita sebagai investor, obligasi dapat menjadi sarana investasi. Dengan kata lain apabila kira membeli obligasi kita akan meminjamkan uang kepada penerbit obligasi tersebut. Sebagai timbal balik kita akan mendapatkan keuntungan kupon atau bunga secara berkala 1 sampai dengan 6 bulan sekali.
1. Risiko Relatif Rendah
SBN memiliki risiko yang relatif rendah di bandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham. Pembayaran nilai pokok dan kupon atau imbal hasil juga di jamin oleh serangkaian undang-undang. Sebagai contoh, pembayaran nilai pokok dan kupon obligasi seri FR dan INDON di jamin oleh Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (SUN). Sementara itu pembayaran nilai pokok dan imbalan sukuk di jamin oleh Undang-undang nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Berdasarkan peraturan itu investasi obligasi negara di anggap tidak memiliki risiko gagal bayar atau default risk atau prestasi karena di jamin oleh negara.
2. Keuntungan Lebih Tinggi
Keunggulan lain dari investasi di obligasi yang di terbitkan oleh pemerintah adalah keuntungan yang lebih tinggi di bandingkan dengan penempatan dana di deposito. Pada umumnya kupon yang di tawarkan dari penerbitan obligasi lebih tinggi di bandingkan dengan deposito. Sebagai ilustrasi apabila deposito menawarkan bunga sekitar 5,5 per tahun. Kupon salah satu seri obligasi yaitu Obligasi Negara Ritel seri 017 lebih tinggi atau mencapai 6,4% besaran kupon tersebut berbeda-beda setiap seri obligasi. Investor obligasi juga di untungkan dengan besaran Pajak penghasilan atas kupon sebesar 15% atau lebih rendah di bandingkan dengan bunga deposito sebesar 20%.
Baca Juga : Keuntungan Investasi Tanah & Properti yang Jarang Diketahui
3. Dapat Diperdagangkan
Sejumlah jenis SBN seperti obligasi seri FR, obligasi seri INDON, Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel dapat diperdagangkan di sebuah market bernama pasar sekunder. Pasar sekunder adalah tempat jual beli obligasi yang telah di terbitkan di pasar perdana. Dengan penjualan obligasi di pasar sekunder, investor berpotensi mendapatkan keuntungan yang di sebut sebagai capital gain. Capital gain dapat di peroleh apabila harga obligasi yang di jual oleh investor lebih tinggi. Di bandingkan dengan harga perolehan ketika membeli obligasi tersebut.
4. Diversifikasi Portofolio
Obligasi dapat menjadi salah satu opsi instrumen bagi investor dalam di versifikasi portofolio investasi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi keuntungan dan mengelola risiko. Dengan menempatkan dana di berbagai instrumen investasi, investor dapat mengurangi risiko apabila mengalami kerugian di salah satu instrumen. Oleh karena itu investor perlu menempatkan dananya di lebih dari satu instrumen. Salah stau prinsip penting yang perlu di pegang investor adalah jangan menaruh telur di satu keranjang. Dengan menaruh telur di berbagai keranjang investor dapat menyebar risiko investasinya. Penempatan dana di obligasi juga merupakan strategi di versifikasi investasi yanglazim di gunakan di luar negeri.
5. Mudah untuk Memulai
Jangan membayangkan investasi obligasi sebagai sesuatu yang sulit di lakukan. Investor bahkan tidak perlu keluar rumah untuk berinvestasi. Investor bisa membeli obligasi ini melalui aplikasi digibank by DBS. Dalam waktu 24 jam dan 7 hari sepekan. Investor bisa berinvestasi melalui bank tanpa harus pergi ke kantor cabang bank.
